Dilantik Ketua MA, Dr. Abdul Manaf Resmi Jadi Hakim Agung

Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. H. Hatta Ali, S.H., M.H, secara resmi melantik dan mengambil sumpah Dr. H. Abdul manaf, M.H sebagai Hakim Agung pada Kamar Agama, Rabu (15/8/2018), di Ruang Kusuma Atmadja, lantai 14, Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat. Selain Abdul Manaf Ketua MA juga melantik Dr. Pri Pambudi Teguh, SH., MH. sebagai Hakim Agung pada Kamar Perdata.

Pelantikan dan pengambilan sumpah 2 Hakim Agung ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 132/P Tahun 2018 tanggal 7 Agustus 2018. Tanggal 26 Juli 2018 Dewan Perwakilan Rakyat melalui surat keputusannya Nomor: 7/DPRRI/V/2017-2018 memutuskan Abdul Manaf sebagai Hakim Agung pada Kamar Agama dan Pri Pambudi Teguh pada Kamar Perdata setelah keduanya lolos uji kepatutan dan kelayakan.

“Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban sebagai hakim agung dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD tahun 1945 dan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan setulus-tulusnya menurut UUD Negara Republik Indonesia 1945 serta berbakti pada Nusa dan Bangsa,” ucap keduanya di hadapan Ketua MA.

Pelantikan dan Pengambilan sumpah ini dihadiri pimpinan MA dan pejabat lain di lingkungan MA, serta tamu undangan lainnya.

Sebelum menjadi Hakim Agung, Abdul Manaf menjabat Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama. Ia sempat pula menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur. Sementara Pri Pambudi Teguh merupakan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Jenjang Karir

Lahir di Bogor, 12 Juli 1958, Abdul Manaf mengawali karirnya sebagai pegawai di PA Bajawa, NTB, pada tahun 1984. Dua tahun kemudian menjadi hakim di tempat yang sama.

Masih di satker yang sama, pada tahun 1988 ia menjadi wakil ketua dan dipromosikan menjadi ketua pada tahun 1992.

Empat tahun menjadi Ketua PA Bajawa, Abdul Manaf dimutasi menjadi Ketua PA Karangasem, Bali. Ia memulai tugas sebagai Ketua tahun 1996.

Abdul Manaf menapaki karir di Pulau Jawa mulai tahun 2003, ketika dilantik menjadi Wakil Ketua PA Jakarta Utara. Di satker yang sama, mulai tahun 2006, alumnus IAIN Yogyakarta itu dipromosikan menjadi ketua.

Pada tahun 2008, Abdul Manaf diangkat menjadi hakim tinggi di PTA Medan. Setahun berselang,  ayah dari dua anak itu pindah tugas ke PTA Jakarta sebagai hakim tinggi yang ditugaskan di Badan Pengawasan MA.

Karir Abdul Manaf menanjak di Bawas. Mulai tahun 2012, ia dipromosikan menjadi pejabat eselon II, tepatnya Inspektur Wilayah IV Bawas yang meliputi wilayah NTB, NTT, Maluku dan Papua.

Setahun kemudian yaitu pada tahun 2013, Abdul Manaf digeser menjadi Inspektur Wilayah III Bawas yang meliputi wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Pada tahun 2015, Abdul Manaf dilantik sebagai Dirjen Badilag. Ia merupakan Dirjen Badilag yang ketiga setelah Wahyu Widiana dan Purwosusilo. Tiga tahun kemudian ia dilantik menjadi Wakil Ketua PTA Surabaya. Setelah lulus fit and proper test Calon Hakim Agung di Gedung DPR bulan Juli lalu , akhirnya pada Rabu (16/8) kemarin, Abdul Manaf secara Resmi dilantik menjadi Hakim Agung. (ridwan anwar | hirpan hilmi | foto ; Rahman Kili)

sumber:badilag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*