Sosialisasi Aplikasi e-Court Bagi Advokad Pada Mahkamah Syar’iyah Jantho

Sejumlah Advokat/Pengacara mengikuti sosialisasi aplikasi layanan eletronik pengadilan atau “e-court” yang diselenggarakan Mahkamah Syar’iyah Jantho pada hari jum’at, 21 Desember 2018. Acara tersebut digelar di Ruang Sidang II Mahkamah Syar’iyah Jantho sejak pukul 09.30 sampai dengan 11.00 WIB.
Sosialisasi e-Court ini dibuka oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Jantho, Heni Nurliana, S.Ag., M.H, yang turut didampingi Panitera, Drs. Samsuar Husein dan Sekretaris Dra. Mainurmawati.
Dalam sambutannya, Heni Nurliana menjelaskan program terbaru Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) berupa aplikasi layanan elektronik pengadilan atau e-court sangat penting bagi advokat. Aplikasi itu akan mempermudah advokat dalam beracara di pengadilan.

“Pemberlakuan e-court di Mahkamah Syar’iyah Jantho nantinya akan menjadi keuntungan bagi advokat. Asas peradilan yang selama ini diharapkan dapat mudah dicapai yakni cepat, murah dan sederhana,” ungkapnya.
E-court merupakan sistem online yang diberlakukan Mahkamah Agung sesuai PERMA Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara di pengadilan secara elektronik. Peraturan ini mengikat secara internal bagi Aparatur Peradilan itu sendiri maupun bagi Advokad atau Masyarakat Pencari Keadilan dan pihak-pihak terkait lainnya, secara eksternal, lanjutnya.
Acara sosialisasi tersebut difasilitasi oleh Tenaga IT Mahkamah Syar’iyah Jantho, Maulizar, S. Kom. Sekaligus sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Mauli menjelaskan bahwa Mahkamah Syar’iyah Jantho sebelumnya telah membuat MoU dengan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk mendukung terlaksananya e-court di Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Kemudian ia melanjutkan, e-court merupakan sistem layanan online untuk pendaftaran perkara, sekaligus pembayaran perkara, serta pemanggilan secara elektronik. Untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut, para advokat harus sudah terdaftar terlebih dahulu pada aplikasi e-Court melalui https://ecourt.mahkamahagung.go.id yang nantinya akan disuguhkan dengan form blanko yang harus diisi secara lengkap dengan mencantumkan alamat email dan akan diverifikasi sebagai Akun Pengguna Terdaftar, terangnya.

Dengan berjalannya e-court nantinya akan memotong hukum acara, advokat ketika menangani perkara perdata, tidak perlu datang ke kantor Mahkamah Syar’iyah Jantho untuk mendaftar dan mengikuti beberapa tahapan persidangan dan beberapa proses lainnya, tetapi cukup melalui e-filling. Hal itu mempersempit interaksi langsung antara advokat dan pegawai pengadilan.
Animo para advokat untuk mengikuti sosialisasi e-court ini sangat tinggi, terbukti dengan penuh keseriusan dalam mendengar penjelasan dari pemateri yang diselingi dengan tanya jawab terhadap langkah-langkah yang harus dilalui oleh seorang advokat dalam penggunaan aplikasi e-court ini.
Dalam penutupan acara sosialisasi ini, Panitera Mahkamah Syar’iyah Jantho yang sudah menerima SK Mutasi ke Mahkamah Syar’iyah kampung halamannya menuturkan harapannya kepada seluruh peserta sosialisasi dan semua pihak terkait agar dapat memberikan dukungan terhadap aplikasi e-court ini. Aplikasi ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat pencari keadilan, untuk itu mohon dukungan semua pihak agar dapat diimplementasikan dengan baik di Mahkamah Syar’iyah Jantho, pintanya.
Acara sosialisasi aplikasi layanan eletronik pengadilan atau “e-court” ini diakhiri dengan foto bersama. (ABY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*