Mahkamah Syar’iyah jantho kembali berhasil melakukan mediasi

Mahkamah Syar’iyah Jantho kembali berhasil melakukan mediasi perkara cerai gugat oleh mediator Muhammad Redha Valevi, SHi., MH. Mediasi ini dilaksanakan pada hari selasa kemaren (3/12/2019) di ruang mediasi Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Pancaran bahagia terlihat di wajah pihak suami dan pihak isteri pada saat menandatangani perjanjian damai hasil mediasi. Mediasi yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 3 Desember 2019 tersebut menjadi langkah awal untuk kembali merajut bahtera rumah tangga yang sempat terhenti akibat permasalahan keduanya, tentu untuk rumah tangga sakinah, mawaddah, warahmah yang lebih baik ke depannya.

Sebagai hakim mediator Bapak Muhammad Redha valevi, S.H.I., M.H yang memediasi perkara cerai gugat ini juga ikut terharu dan bangga. Pat ujeun yang hana pirang, pat prang yang hana reuda, ( red : tidak ada hujan tidak reda, tidak perang yang tidak kunjung usai ) yg ujar sang mediator ketika menutup mediasi.

Keberhasilan mediasi yang dilakukan oleh seorang hakim mediator merupakan prestasi tersendiri bagi Majelis sidang Mahkamah Syar’iyah jantho, karena konsep damai itu sangat indah dan menyenangkan semua insan manusia.

Seraya mengutip ayat Al Quran, mediator menambahkan, Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS Al Anfal : 61)
dalam ayat di atas ditunjukkan bahwa islam adalah ajaran yang condong pada kedamaian bukan justru memecah belah dan membuat konflik berkepanjangan. Untuk itu berdamailah dalam menjemput masa depan yang sempurna.

Mediasi tersebut diakhiri dengan penanda tanganan akta perdamaian ( acta van dading ) Bersifat Inkracht, Seketika Berkekuatan Hukum Tetap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*